Artikel

Mengenal Gaya Belajar Anak Untuk Menggali Potensi Si Kecil

Bicara tentang anak, semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Hal tersebut tentunya perlu dukungan dari orang tua yang tidak hanya melihat dari aspek hasil belajar. Melainkan bagaimana cara belajar yang sesuai untuk anak tersebut. Maka dari itu, perlu sekali memahami apa gaya belajar yang dimiliki oleh anak, agar sebagai orang tua juga ikut andil dalam mengarahkan anak melakukan aktivitas belajar guna mencapai hasil dan potensi yang maksimal. Yap, pastinya tidak ada lagi kata bahwa anak merasa terbebani. Namun, malah merasa senang menjalani aktivitas belajarnya. Berikut akan kami utarakan mengenai apa saja gaya belajar yang perlu parents ketahui. Yuk simak penjelasannya!

Gaya belajar adalah cara tercepat dan terbaik yang dimiliki individu dalam menerima, menyerap, mengatur dan mengolah informasi yang diterimanya. Setiap anak akan belajar melalui pengalaman langsung yang berarti melalui menyentuh, melakukan dan bergerak. Selain itu, Gaya belajar adalah sebagai kebiasaan belajar yang disenangi oleh pembelajar. Pembelajaran yang sesuai dengan minat dan gaya belajar siswa akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi atau informasi yang dipilih serta dapat menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan bagi guru dan siswa.

Semua anak itu memiliki potensi, maka harus kita kembangkan semua area, lalu minat itu diarahkan, maka bakat akan menyertai. Setiap individu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan itu disebut keunikan. Banyaknya kegagalan siswa dalam menerima informasi disebabkan ketidaksesuaian gaya mengajar guru dengan gaya belajar siswa. Para guru harus menggunakan berbagai metode dalam kegiatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi semua gaya belajar siswa. Menurut Bobbi De Poter & Mike Hernaki secara umum gaya belajar dibedakan dalam tiga kelompok yaitu: gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik.

1. Gaya Belajar Visual

Kekuatan gaya belajar ini terletak pada indera penglihatan. Bagi yang memiliki gaya ini mata adalah yang paling peka untuk menangkap setiap gejala dan stimulus (rangsang) belajar. Anak dengan gaya belajar visual memiliki ciri-ciri:

  •          Tertarik pada objek yang berkaitan dengan pemandangan
  •          Menunjukkan kemampuan menggambar dengan baik
  •          Mudah mengingat tanda-tanda atau symbol visual
  •          Membutuhkan kertas dan pulpen untuk mencoret sambal mendengarkan
  •          Menunjukkan koordinasi tangan dan mata yang baik
  •      Strategi untuk mengajar anak dengan gaya belajar visual
  •        Berikanlah buku-buku yang banyak ilustrasi gambar dan warnanya
  •      Perbanyak menggunakan materi visual
  •      Menggaris bawahi bagian dari catatan atau buku cetaknya
    Warna adalah rangsangan utama bagi tipe visual. Gunakan sebaik mungkin warna untuk menandai tugas /pekerjaan siswa.

2. Gaya Belajar Audiotori

Aural learner adalah gaya belajar yang cenderung menerima informasi paling baik dan efektif dengan menggunakan indera pendengaran.

                

  •          Pembelajaran menggunakan suara akan lebih digemari anak
  •          Senang berbicara atau mengolah kata
  •          Menjadi tenang dengan situasi bernuansa musik
  •          Senang mengeraskan suara Ketika membaca sesuatu
  •          Suka dengan diskusi kelompok
  •      Strategi untuk mengajar anak dengan gaya belajar audiotori
  •         Guru dapat mengajar siswa untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi
  •          Mendorong anak untuk membaca materi pelajaran yang keras
  •          Menggunakan musik atau dilagukan
  •          Sering memberi pertanyaan    
    Menghindarkan "Polusi Suara". Anak sangat peka terhadap suara dan bunyi sehingga dapat mengganggu konsentrasi belajarnya.

3. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh. Gaya belajar ini mengutamakan indera perasa dan gerakan fisik. Anak yang belajar menggunakan gaya ini lebih mudah menangkap pelajaran apabila ia bergerak, meraba atau mengambil tindakan.

  •          Tidak bisa duduk dengan waktu yang lama
  •          Belajar dengan mengutamakan sentuhan
  •          Senang melakukan gerakan
  •          Menyukai permainan, olahraga atau kegiatan yang melibatkan fisik
  •          Saat belajar suka berjalan-jalan
  •      Strategi untuk mengajar anak dengan gaya belajar kinestetik
  •         Memperbanyak praktik lapangan (field trip)
  •          Membuat model atau contoh-contoh
  •          Boleh menghafal sesuatu sambil bergerak, berjalan atau mondar-mandir
  •          Jangan paksakan anak untuk belajar lama sampai berjamjam
  •          Perbanyak simulasi dan role playing


Pembicara & Penulis: Ema Salma, S.Pd.

Moderator: Iluh Inna Ana Abdillah, S.Pd.

Editor: Ratih Tri Pertiwi

Materi Ngobrol Santai “Kenali Gaya Belajar Anak Untuk Menggali Potensi Si Kecil” yang dilaksanakan pada 25 Februari 2024.


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bimbel Privat Hisyam - BCC

Artikel

  Mengidentifikasi Gejala Dini Kanker pada Anak Kanker pada anak, meskipun jarang terjadi, merupakan salah satu penyakit yang dapat berisiko...