Puisi

 Jati Diri Sang Wanita


Derajat wanita…

Ada dalam diri mereka yang mau berusaha

Sang pujangga yang ikut serta memerdekakan bangsanya

Menjunjung derajat sesama kaumnya 


Wahai Ibu Kartini…

Dalam keheningan malam, pikiranmu melayang

Mimpi-mimpi memayungi hatimu yang hening

Menghadirkan impian tentang hak dan kebebasan

Di antara rimba hiruk-pikuk, kau merintis jalan


Tak putus asa…

Kau terangi dunia

Dengan menjujung keadilan

Sehingga tak ada perbedaan

Yang membuat perpecahan


Kau perjuangkan kesetaraan

Antara putri dan lelaki

Tanpa rasa ketakutan

Engkau sangatlah berani


Wanita bijaksana, penuntut ilmu abadi

Membelah waktu, melangkah tanpa ragu

Di antara kertas dan pena, terurai keinginan

Merangkai jaring impian, membebaskan pikiran


Wahai Ibu Kartini…

Jasamu abadi dalam hati

Tak putus asa

Kau berjuang untuk bangsa

Tanpa meminta jasa

Kau korbankan jiwa


Jika tak kenal maka tak sayang

Izinkanlah aku mengenal namamu

Ibu Kartini…

Banyak jasa yang telah kau beri

Tak akan ku lupakan sampai akhir hayat ini


Kau tunjukkan pada dunia

Peran yang tiada tandingannya’

Kau buktikan adanya cinta

Untuk sesama manusia


Ku tak percaya…

Kau yang selalu dipandang sebelah mata

Kini dijunjung tinggi derajatnya

Karena engkau yang selalu berusaha

Supaya tampak di dunia


Bagaikan embun pagi yang menyejukkan

Wajahmu memancarkan keceriaan

Tak dapat diungkapkan

Bagaimana membalas kebaikan


Moleknya engkau 

Menyelamatkan harga diri 

Bagaikan ibu peri

Terima kasih ibu Kartini


Nur Arofah Ariyanti

Pemenang Lomba Cipta Puisi Tingkat SMP Se-Jawa Timur

Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini yang Diadakan Bimbel Privat Hisyam Tahun 2024


Artikel

Pemanfaatan AI Dalam Pembelajaran Siswa


AI adalah cabang ilmu komputer yang bertujuan untuk menciptakan sistem yang dapatm eniru kemampuan intelektual manusia, seperti belajar, bernalar, dan memecahkan masalah.

Sistem AI dapat belajar dari data, membuat prediksi, dan mengambil keputusan secara mandiri, tanpa perlu diprogram secara eksplisit.

Kecerdasan Buatan (AI) memiliki potensi besar untuk merevolusi dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran siswa.

Berikut beberapa contoh pemanfaatan AI dalam pembelajaran siswa:

Personalisasi Pembelajaran:

● Sistem Tutor Cerdas: AI dapat memberikan instruksi dan umpan balik yang dipersonalisasi kepada setiap siswa berdasarkan gaya belajar, kekuatan, dan kelemahan mereka.

● Rekomendasi Konten: AI dapat merekomendasikan materi pembelajaran yang sesuai dengan minat dan tingkat kemampuan siswa.

● Adaptasi Tingkat Kesulitan: AI dapat secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan soal latihan dan tugas sesuai dengan kemampuan siswa.

Aksesibilitas dan Dukungan:

● Pembelajaran Adaptif: AI dapat digunakan untuk membuat materi pembelajaran yang adaptif, yang dapat diakses oleh siswa dengan kebutuhan belajar khusus.

● Penerjemahan Real-time: AI dapat menerjemahkan teks dan suara secara real-time, sehingga siswa yang tidak berbahasa ibu dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih mudah.

● Asisten Virtual: AI dapat digunakan untuk membuat asisten virtual yang dapat membantu siswa dengan tugas-tugas seperti menjawab pertanyaan dan menyelesaikan masalah.

Penting untuk dicatat bahwa AI tidak dapat menggantikan guru. 

Guru masih memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung siswa untuk mencapai potensi penuh mereka. 

AI harus digunakan sebagai alat untuk membantu guru, bukan untuk menggantikan mereka.


Sumber: 

Journal.unnes.ac.id

Journal.ilmudata.co.id

Puisi

 Hari Kartini


Wahai Ibu Kartini

Engkaulah wanita berintegritas tinggi

Engkau telah memerdekakan wanita

Dengan perjuangan yang tiada duanya

Engkaulah sang putri bangsa

Namamu kukenang dalam atma

Perjalananmu telah usai

Perjalanan yang penuh dengan badai

Namamu diabadikan dalam buana

Dikenang oleh bangsa

Tersimpan dalam atma wanita

Menjunjung tinggi sebuah asa

Jasamu nan indah tertulis

Dalam sebuah buku yang bergaris

Perjuanganmu tertancap pada hati wanita

Wahai wanita yang harum namanya

Namamu menggelorakan bangsa

Cantikmu seperti cakrawala

Perjuanganmu tak semudah membolak balik tangan

Bahkan bukan sebuah angan-angan

Nama yang dikenang dalam sanubari

Menambah semangat dalam diri

Mengemansipasi kaum wanita

Menambah langkah dalam sebuah asa

Raden Ajeng Kartini

Dia seorang yuwana

Berhasil menjunjung tinggi

Berhasil menyetarakan kaum wanita

Engkau berjuang dengan harapan yang indah

Berjuang dari balik keayuan

Dengan keanggunan mencapai impian

Untuk kebebasan juga kesetaraan

Perjuanganmu telah kau kerahkan semua

Demi mengemansipasi kaum wanita

Prosesmu sungguh sulit

Untuk mencapai langit

Sekarang semua wanita terhormat

Karena ada satu wanita yang hebat

Semua wanita akan terbelit tali

Jika tidak ada Raden Ajeng Kartini 


Muhammad Farkhat Maulana

Pemenang Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA Se-Jawa Timur

Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini yang Diadakan Bimbel Privat Hisyam Tahun 2024


Cerpen

 Dua Pilihan

Dina Rahayu Natalia


Siska adalah salah satu murid berprestasi jurusan IPA yang ada di SMA Merdeka di kota Semarang. Siska sering dijuluki sebagai manusia ambisius karena dari kelas 10 hingga kelas 12 selalu berada di peringkat satu, selain itu Siska juga selalu memenangkan lomba-lomba Olimpiade Matematika dan IPA. Karena Siska memiliki impian untuk dapat masuk di Universitas Negeri yang ternama di Jakarta dengan jurusan yang di ambil adalah kedokteran.

Motivasi Siska ingin sekali mengambil jurusan kedokteran karena Pak Sugiono sebagai ayah Siska sedang mengidap penyakit kanker otak stadium 4. Hal itu yang membuat Siska terpacu untuk bisa menjadi dokter spesialis kanker. Selain itu Siska juga merupakan anak tunggal dikeluarganya sehingga menjadi harapan terakhir di keluarganya.

Tetapi sangat di sayangkan ketika Siska menerima pengumuman hasil SNMPTN dan dinyatakan lolos, Pak Sugiono sudah terlebih dahulu mengalami kritis selama satu minggu karena oprasi yang dilakukan tidak berjalan lancar dan dinyatakan meninggal dunia. Hati Siska merasa sangat hancur karena cinta pertamanya di dunia meninggal sebelum dapat melihat Siska menjadi dokter spesialis kanker dan menjadi orang sukses. Setelah kejadian tersebut Siska merasa gagal menjadi anak yang baik untuk ayahnya, dan terus menyalahkan dirinya sendiri atas meninggalnya sang ayah.

Setelah ayahnya meninggal, Siska hanya tinggal berdua dengan ibunya. Sehingga Siska merasa bimbang akankah Siska akan merantau ke Jakarta meninggalkan ibunya sendiri atau tetap kuliah di tempat asal kota Semarang. Setelah mendapatkan dukungan dari ibunya dan teman-temannya, Siska memantapkan diri untuk tetap mewujudkan cita-citanya di awal.

Bimbel Privat Hisyam - BCC

Artikel

  Mengidentifikasi Gejala Dini Kanker pada Anak Kanker pada anak, meskipun jarang terjadi, merupakan salah satu penyakit yang dapat berisiko...