Mengekor di Semak Rembulan
Karya: Ratih Tri Pertiwi
Malam yang indah
Menjadi kisah abadi dalam sebuah cerita
Layaknya dongeng upik abu yang berjalan di belakang Cinderela
Menjadi bayang hitam nan gelap
Seperti mendung yang tak kunjung usai
Kian hari kian menetes
Entah air hujan atau air mata
Semua menyatu dalam cangkir dingin yang rasanya senyap
Seperti senandung nisbi yang berlenggang di tengah sirepnya angin malam
Oh.. abu yang malang
Langkahmu terlalu nihil di ekor rembulan
Malang, 10 Februari 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar