Dua Pilihan
Dina Rahayu Natalia
Siska adalah salah satu murid berprestasi jurusan IPA yang ada di SMA Merdeka di kota Semarang. Siska sering dijuluki sebagai manusia ambisius karena dari kelas 10 hingga kelas 12 selalu berada di peringkat satu, selain itu Siska juga selalu memenangkan lomba-lomba Olimpiade Matematika dan IPA. Karena Siska memiliki impian untuk dapat masuk di Universitas Negeri yang ternama di Jakarta dengan jurusan yang di ambil adalah kedokteran.
Motivasi Siska ingin sekali mengambil jurusan kedokteran karena Pak Sugiono sebagai ayah Siska sedang mengidap penyakit kanker otak stadium 4. Hal itu yang membuat Siska terpacu untuk bisa menjadi dokter spesialis kanker. Selain itu Siska juga merupakan anak tunggal dikeluarganya sehingga menjadi harapan terakhir di keluarganya.
Tetapi sangat di sayangkan ketika Siska menerima pengumuman hasil SNMPTN dan dinyatakan lolos, Pak Sugiono sudah terlebih dahulu mengalami kritis selama satu minggu karena oprasi yang dilakukan tidak berjalan lancar dan dinyatakan meninggal dunia. Hati Siska merasa sangat hancur karena cinta pertamanya di dunia meninggal sebelum dapat melihat Siska menjadi dokter spesialis kanker dan menjadi orang sukses. Setelah kejadian tersebut Siska merasa gagal menjadi anak yang baik untuk ayahnya, dan terus menyalahkan dirinya sendiri atas meninggalnya sang ayah.
Setelah ayahnya meninggal, Siska hanya tinggal berdua dengan ibunya. Sehingga Siska merasa bimbang akankah Siska akan merantau ke Jakarta meninggalkan ibunya sendiri atau tetap kuliah di tempat asal kota Semarang. Setelah mendapatkan dukungan dari ibunya dan teman-temannya, Siska memantapkan diri untuk tetap mewujudkan cita-citanya di awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar